Fakta Ilmiah tentang Anjing

Fakta Ilmiah tentang Anjing

Fakta Ilmiah tentang Anjing

Fakta Ilmiah tentang Anjing

Fakta Ilmiah tentang Anjing adalah hewan peliharaan yang paling dekat dengan manusia dan populer ke seluruh dunia. Terkenal dengan kesetiaannya, ada banyak orang yang bahkan menganggap anjing sebagai bagian dari keluarganya. Namun sayangnya, ada banyak orang juga tidak mengetahui fakta-fakta ilmiah mengenai anjing kesayangannya tersebut menurut verona-pantheon.com

Nah, jika kamu memiliki anjing peliharaan atau sebagai dog lovers, sebaiknya kamu menyimak artikel ini hingga tuntas. Inilah beberapa fakta ilmiah tentang anjing kesayanganmu. Yuk, baca!

1. Jika kucing bersifat soliter, anjing bersifat sosial atau berkelompok
Anjing dan kucing adalah dua spesies peliharaan yang berbeda. Namun anehnya, ada banyak orang yang menyamakan keduanya. Dalam beberapa kasus, ada banyak orang yang akan meninggalkan anjingnya begitu saja dalam rumah dalam kesepian. Ternyata, hal ini tidak benark menurut sains.

Karena sifatnya yang sangat sosial, anjing akan membutuhkan perhatian dan kedekatan yang intens dengan pemiliknya. Jika pemilik selalu membiarkan anjing peliharaannya dalam kesepian dan kesendirian, itu akan membawa dampak buruk bagi anjing itu sendiri. Anjing mudah Stres dan tertekan.

2. Mungkin serigala bukanlah nenek moyang dari anjing
Nenek moyang anjing dan serigala memang sudah lama punah, namun warisan DNA dan genetik mereka tetap ada dan terbagi dalam anjing peliharaan dan keluarga anjing lainnya, misalnya serigala, anjing hutan, dan lain sebagainya.

Namun, ada hal unik khusus untuk anjing peliharaan.

Ilmuwan dan ahli satwa menemukan kesimpulan bahwa anjing bisa kita klasifikasikan berbeda dengan keluarga anjing lainnya akibat adaptasi dan lingkungan. Ya, anjing menjadi hewan peliharaan yang bersifat tunduk dan dekat dengan manusia karena faktor domestikasi itu tadi. Mungkin kejadian ini mirip pada saat kucing hutan purba yang terdomestikasi menjadi kucing peliharaan.

3. Anjing adalah hewan peliharaan yang setia
Ternyata, hal ini dapat kita pelajari dan kita buktikan melalui studi ilmiah. Anjing yang bersifat sosial memang akan tunduk pada sistem hierarki, yakni patuh pada orang yang mereka anggap sebagai pemimpin mereka.

Sistem hierarki ini rupanya dapat membentuk ikatan sosial yang lebih kompleks, salah satunya adalah kesetiaan, seperti kita ulas dalam laman Purina. Pada kasus yang sederhana, anjing dapat setia dengan manusia karena memang anjing bergantung pada manusia, seperti makanan, minuman, dan tempat tinggal.

Nah, itulah beberapa fakta ilmiah mengenai anjing peliharaanmu yang harus kamu ketahui. Memelihara dan merawat mereka dengan benar akan membawa kenyamanan bagi anjing dan juga pemiliknya.

Comments are closed.